Pengembangan Virtual Computing untuk Next Generation Computing

Dari PaloDozen

Judul PENGEMBANGAN VIRTUAL COMPUTING UNTUK NEXT GENERATION COMPUTING
Peneliti Utama Eko M. Budi
Peneliti Hermawan K. Dipojono
Tahun 2008
Status Proposal tidak diterima

Abstrak

Proposal ini mengusulkan infrastuktur Virtual Computing (VC) untuk Next Generation Computing (NGC) (Topik NGC-2 pada agenda riset PP-TIK). Tujuan utamanya adalah agar seorang pengguna dari sebuah dekstop dapat mengakses berbagai layanan yang disediakan server-server di NGC secara transparan.

Solusi yang diusulkan berupa suatu middleware yang terdiri atas:

  • Program VC-Server, dipasang pada komputer server manapun yang ingin berpartisipasi di jaringan NGC sehingga server siap menerima permintaan layanan dari para klien.
  • Program VC-Client, dipasang pada komputer desktop yang digunakan oleh pengguna.

Middleware tersebut menggunakan arsitektur 3+1 lapis yang sederhana namun fleksibel yaitu:

  • Lapis Graphical User Interface, berjalan di komputer lokal.
  • Lapis Virtual Application Server (VAS) untuk menjalankan berbagai aplikasi secara transparan di komputer lokal maupun remote.
  • Lapis Virtual Data Server (VDS) untuk mengakses data pribadi di komputer lokal maupun remote.
  • Virtual Session & Authentication Server (VSAS) yang memungkinkan akses ke berbagai server tanpa repot login ke setiap komputer.

Keistimewaan solusi yang diusulkan adalah:

  • Berbasis teknologi open source yang sudah luas dipakai seperti X-Windows, SSH, SSHFS, dan LDAP. Dengan demikian tingkat kompatibilitasnya tinggi
  • Fleksibel dan ringan, bisa digunakan untuk ultra-thin-client maupun thin-client.
  • Dapat mencari server-server di jaringan menggunakan protokol Discovery khusus berbasis Multicast.
  • Dapat menjadwalkan proses aplikasi dengan metode Simmetric Innitiative Distribution.

Pada akhir penelitian, solusi tersebut akan dibundel dalam suatu distro Linux yang siap dipasang untuk server Virtual Computing. Sementara itu klien dapat di-boot menggunakan PXE, dan akan mengambil single-image pada server, mirip seperti sistem Linux Terminal Server Project. Kelebihannya, setelah pengguna login maka proses aplikasi bisa dijalankan di server manapun di NGC, tidak perlu sama dengan server untuk booting.


Kontributor: Mursito