Batik Fraktal

Dari PaloDozen

Batik merupakan maha karya adi luhung tradisionil bangsa Indonesia, yang kini telah diakui dunia. Selama berabad-abad, bangsa Indonesia telah memapankan teknologi pembuatan batik, dan juga menciptakan ribuan corak (motif) batik. Dari kajian ilmiah, ternyata banyak motif batik Indonesia dapat dimodelkan dengan fraktal (ilmu matematis yang mempelajari terbentuknya geometris kompleks dari aturan yang sederhana yang berulang). Hal ini membuka jalan diciptakannya motif batik sebagai generative arts (seni yang dibangkitkan dengan komputer).

Daftar isi

Deskripsi

Batik Fraktal merupakan terobosan inovasi dimana karya seni tradisional Indonesia ternyata bisa dimodelkan dan dirancang secara sains modern. Langkah ini dimulai ketika tim Pixel People Project menganalisis secara ilmiah bahwa banyak corak batik tradisional Indonesia memenuhi sifat-sifat geometri fraktal <ref>Lukman, Muhamad; Yun Hariadi; Achmad Haldani Destiarmand, "Batik Fractal : Traditional Art to Modern Complexity", Seminar, France, 2005</ref>. Ini berarti, batik dapat dikodekan atau dirumuskan dalam bahasa fractal. Metoda fractal yang dipilih oleh Pixel People Project adalah L-System (metode lain misalnya Cellular Automata, Mandelbrot, dll.). Metode ini diperkenalkan oleh Lindenmayer untuk memodelkan pertumbuhan tanaman <ref>Prusinkiewicz; Lindenmayer, "The Algorithmic Beauty of Plants". Springer- Verlag, New York, 1990</ref>, namun ternyata cukup general untuk memodelkan berbagai bentuk geometris yang rekursif. Dengan metode L-System, saat ini Pixel People Project telah berhasil mengkodekan berbagai rumus fractal untuk batik dengan corak geometris (parang, kawung, banji, dll) dan juga corak batik yang organis seperti tumbuhan atau hewan. Bila rumus fraktal suatu corak batik telah ditemukan, itu akan menjadi semacam kode genetik, yang bisa dipakai untuk membangkitkan corak baru dengan cara mengubah-ubah parameternya (sudut, panjang ruas, warna, dll).

Dasar Teknologi

Dasar teknologi batik fraktal adalah algoritma dan rumus-rumus matematik yang bisa membangkitkan gambar ketika di kalkulasi oleh komputer. Ada beberapa jenis algoritma yang memenuhi syarat ini.

L-System

Untuk merancang batik fraktal menggunakan JBatik, pengguna harus memasukkan rumus fraktal tertentu, dalam hal ini sesuai dengan ketentuan L-System. Kode fraktal L-System dikembangkan oleh Lindenmayer untuk memodelkan pertumbuhan tanaman dalam bidang 2-dimensi, maupun ruang 3-dimensi, dengan mendefinisikan:

  • Simbol : himpunan huruf (A-Z,a-z) atau tanda baca yang bisa diartikan sebagai gen yang bisa tumbuh. Sebagian simbol memiliki arti perintah khusus, sedangkan yang lain sekedar sebagai gen kosong untuk tahap tumbuh.
  • Parameter : nilai yang mempengaruhi kelakuan gen.
  • Aksiom : sekumpulan gen awal.
  • Produksi : aturan pertumbuhan gen.

Sebagai contoh, beberapa simbol baku yang terdefinisi pada L-system adalah:

Simbol Keterangan
FMaju membuat batang dengan panjang (length) dan tebal (thickness) tertentu pada arah sekarang
fMaju sejauh panjang tertentu pada arah sekarang, tanpa membuat batang
+Mengubah arah, berputar ke kanan sebesar sudut (angle) tertentu
-Berputar ke kiri sebesar sudut (angle) tertentu
[Mulai membuat cabang, posisi awal disimpan
]Akhir cabang, kembali ke posisi awal yang disimpan ]
.Atur ulang arah tegak lurus ke atas

Kelakuan simbol-simbol khusus tersebut, berdasar beberapa parameter yaitu:

Parameter Contoh Nilai Keterangan
Angle 60 Sudut putaran untuk simbol + dan -
Length 12 Panjang garis untuk simbol F dan f
Thickness 2 Tebal garis untuk simbol F
Iteration 3 Banyaknya iterasi produksi

Untuk menggambarkan satu bentuk fraktal tertentu, maka harus didefinisikan dulu rantai simbol awalnya yang disebut aksiom, misal

Aksiom Contoh Nilai Keterangan
Start .F Mulai dari sebuah batang tegak lurus ke atas

Kemudian aksiom akan tumbuh dengan satu atal lebih rumus produksi, misalnya:

Simbol Rumus Produksi Keterangan
F F[+F][-F] Setiap batang F, akan tumbuh dua cabang, satu ke kiri satu ke kanan (seperti huruf Y)

Definisi L-system tersebut dapat dihitung oleh komputer secara iteratif (atau rekursif). Hasilnya adalah

Iterasi ke Rantai Simbol Gambar
0 F
0 F[+F][-F]
0 F[+F][-F][+F[+F][-F]][-F[+F][-F]]
0 F[+F][-F][+F[+F][-F]][-F[+F][-F]][+F[+F][-F][+F[+F][-F]][-F[+F][-F]]][-F[+F][-F][+F[+F][-F]][-F[+F][-F]]]

Dari situ, terlihat bagaimana sebuah rumus yang sederhana bisa berkembang menjadi bentuk kompleks.


Mandelbrot

Celular Otomata

Implementasi

Filosofi

Batik fraktal banyak mengundang kontroversi. Salah satu pendapat mengatakan:

Dalam pandangan saya, batik fraktal hanyalah salah satu bentuk pola visual komputer. 
Dan ketika saya amati hasil karyanya satu persatu, saya tidak menemukan hal yang indah di sana. 
Saya tidak tahu apa yang salah. Masa sepotongan gambar yang melengkung-melengkung tidak 
jelas lalu di gambar di kain bisa kita sebut batik? 
Ini akan merusak nilai-nilai batik. Seni adalah rasa. Harus ada kreativitas. 
Masa pembatik disamakan seenak perut dengan robot yang membatik. 

(E-Mail Riana Helmi pada Menristek)

Menurut buku Understanding Comics, ada enam tahap berkarya. Batik adalah budaya yang sangat unik di ke enam bidang tersebut. Mari kita bahas dari permukaan, hingga ke kedalaman filosofis.

Permukaan

Pada permukaannya, batik adalah keindahan visual yang tertuang pada suatu media (bukan suara, atau tarian, misalnya). Orang awan pun bisa langsung mengidentifikasi batik dari keunikan corak dan warnanya, dibanding karya lain. Batik itu nampak ...

  • Warnanya tidak banyak, namun serasi.
  • Coraknya melekuk-lekuk dengan gaya klasik, jarang yang lurus bersudut.
  • Tata letaknya geometris, kecuali jika ada obyek utama.

Pokoknya, ada rasa yang unik, klasik, tradisional. Jelas sekali bedanya baju batik, dengan baju pantai tahiti atau seragam doreng militer, walau semuanya juga seni tersendiri.

Nah, ketika orang awam pergi berbelanja ke butik Danarhadi, Batik Keris, bahkan ke Pasar klewer atau Pasar baru, keindahan visual inilah yang pertama kali dicari.


Ketrampilan

Struktur

Gaya

Bentuk

Gagasan

Simpulan

Batik Fraktal, tidak diragukan lagi, adalah terobosan baru yang memberi nuansa teknologi modern pada batik tradisional. Meski demikian, seperti halnya proses mencipta yang berawal dari 'bentuk', banyak 'gagasan' filosofis yang tertinggal. Apalagi para pembatik fraktal masa kini sering menabrak pakem-pakem struktur maupun gaya klasik. Oleh karena itulah, buat mereka yang mengerti batik, karya batik fraktal bagaikan mainan newbie yang 'kosong', tidak ada isinya. Dengan demikian, sebaiknya para pembatik fraktal segera menemukan dasar filosofis yang kuat. Dan untuk itu, apa lagi yang lebih tepat selain kembali ke esensi dasar fraktal,

Kesederhanaan yang elegan dibalik Kompleksitas yang Indah

Kaitan

Beberapa pihak yang terkenal dalam pengembangan teknologi ini antara lain:

Tulisan Batik Fraktal

Kata kunci: batik,fractal,komputasional,l-system


Kontributor: Mursito